
Highlights
Toko Shopee sudah berjalan, tetapi pesanan masih sepi? Sebelum menambah budget iklan, coba cek dulu kondisi produk dan data penjualannya.
Bisa jadi masalahnya bukan karena iklan kurang kencang, melainkan foto produk kurang menarik, judul belum sesuai dengan pencarian pembeli, atau harga dan penawaran belum cukup meyakinkan.
Optimasi toko Shopee sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulai dari membaca data, memperbaiki halaman produk, menghitung harga dengan benar, lalu mengevaluasi iklan.
Dengan begitu, kamu bisa tahu bagian mana yang perlu dibenahi dan apakah perubahan yang dilakukan benar-benar membawa hasil.
Saat penjualan menurun, jangan langsung menaikkan budget iklan. Periksa dulu perjalanan calon pembeli, mulai dari melihat produk sampai menyelesaikan pesanan.
Data ini membantu kamu menemukan bagian yang membuat calon pembeli berhenti.
Coba baca metriknya secara berurutan:
Dua metrik yang bisa dipantau secara rutin adalah CTR dan conversion rate. CTR (Click-Through Rate) menunjukkan persentase orang yang mengeklik produk setelah melihatnya.
Sementara itu, conversion rate menunjukkan persentase pengunjung yang akhirnya melakukan pembelian, sesuai definisi dan data yang tersedia di dashboard.
Tidak ada satu angka patokan yang cocok untuk semua toko. Performa bisa berbeda tergantung kategori, harga, sumber trafik, dan karakter pembeli.
Karena itu, bandingkan hasil dengan data toko sendiri dari periode sebelumnya, lalu cari perubahan yang paling masuk akal untuk diuji.
CTR berkaitan dengan kemampuan produk menarik perhatian di hasil pencarian atau halaman rekomendasi.
Foto, judul, dan harga menjadi beberapa hal yang bisa memengaruhi keputusan orang untuk mengeklik.
Conversion rate berkaitan dengan keputusan setelah pengunjung membuka halaman produk.
Di tahap ini, pembeli akan mempertimbangkan harga, ulasan, deskripsi, pilihan varian, stok, dan ongkos kirim.
Kalau CTR rendah, mulai dari mengevaluasi foto dan judul. Kalau banyak yang mengeklik tetapi sedikit yang membeli, periksa isi halaman produk dan penawarannya.
Ubah satu atau dua elemen terlebih dahulu, lalu pantau hasilnya. Jika semuanya diubah sekaligus, kamu akan lebih sulit mengetahui perbaikan mana yang berdampak.
Foto dan judul adalah dua elemen pertama yang bisa kamu evaluasi ketika produk mendapat banyak impresi tetapi sedikit klik.
Keduanya perlu memberi gambaran yang jelas tentang barang yang dijual sekaligus alasan mengapa pembeli perlu melihat detailnya.
Gunakan foto yang terang, tajam, dan menampilkan produk dengan jelas. Hindari gambar buram, latar terlalu ramai, atau teks promosi yang menutupi barang.
Foto tambahan bisa digunakan untuk menunjukkan detail, ukuran, bahan, cara pemakaian, atau isi paket.
Kebutuhan visual juga bergantung pada kategori. Foto pakaian, misalnya, bisa menampilkan detail bahan dan tampilan saat dikenakan.
Produk makanan bisa menunjukkan bentuk, isi, ukuran, dan kemasan. Pastikan gambar sesuai dengan produk yang benar-benar diterima pembeli.
Judul produk sebaiknya menyebutkan nama barang dan informasi yang memang dicari pembeli. Kamu bisa menggunakan pola sederhana:
Nama produk + spesifikasi utama + ukuran atau varian + kegunaan (jika relevan).
Contohnya, daripada hanya menulis “Sepatu Lari Pria”, kamu bisa membuat judul yang lebih spesifik seperti “Sepatu Lari Pria Anti-Slip, Ringan, Ukuran 39–44”.
Gunakan atribut yang benar-benar sesuai dengan produk, bukan sekadar menambahkan banyak kata kunci.
Hindari klaim seperti “termurah se-Indonesia” atau “kualitas nomor satu” jika tidak bisa dibuktikan.
Judul yang jelas dan akurat membantu pembeli memahami produk sejak awal. Setelah judul diperbarui, pantau apakah jumlah klik berubah tanpa mengabaikan kualitas pesanan yang masuk.
Harga murah belum tentu membuat toko lebih untung. Jika harga hanya mengikuti kompetitor tanpa menghitung biaya, pesanan memang bisa bertambah, tetapi keuntungan per produk justru menipis.
Sebelum menetapkan harga jual, catat semua komponen biaya yang relevan, seperti:
Biaya dan ketentuan Shopee dapat berubah serta berbeda berdasarkan program atau kategori.
Karena itu, cek rincian biaya terbaru di Seller Centre sebelum menghitung harga. Jangan mengandalkan persentase lama atau menganggap semua biaya dihitung dengan cara yang sama.
Flash sale atau diskon bisa membantu menarik perhatian, memperkenalkan produk, atau menghabiskan stok tertentu. Namun, promo sebaiknya memiliki tujuan dan batas yang jelas.
Sebelum mengaktifkan diskon, hitung keuntungan yang tersisa setelah potongan harga dan biaya terkait. Jika harga promo membuat margin terlalu tipis, pertimbangkan alternatif seperti voucher dengan minimum pembelian, paket bundling, atau promosi untuk produk tertentu saja.
Jangan membiasakan diskon besar tanpa mengevaluasi hasilnya. Catat jumlah pesanan, pendapatan, dan margin selama promo, lalu bandingkan dengan periode biasa. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah promo benar-benar membantu bisnis atau hanya menaikkan jumlah pesanan.
Jika menggunakan GMV Max, perhatikan pengaturan kampanye dan data performanya sebelum mengambil keputusan.
Sistem otomatis dapat mengoptimalkan penayangan berdasarkan sinyal yang tersedia, tetapi hasilnya tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, permintaan, persaingan, dan pengaturan kampanye.
Hindari mengubah budget, target ROAS, atau produk yang dipromosikan terlalu sering tanpa alasan yang jelas. Perubahan berulang membuat hasil antarperiode lebih sulit dibandingkan.
Namun, bukan berarti kamu harus membiarkan iklan berjalan ketika biaya terus meningkat atau performanya jauh dari target. Tetapkan batas biaya dan evaluasi secara berkala berdasarkan data yang cukup.
Saat memulai kampanye atau membuat perubahan besar, tentukan periode evaluasi yang masuk akal sesuai volume trafik dan pesanan. Jangan menilai hasil hanya dari satu atau dua hari, tetapi jangan pula mengabaikan kerugian dengan alasan sistem masih belajar.
Pantau pengeluaran, pesanan, omzet dari iklan, ROAS, dan margin produk secara bersamaan.
ROAS (Return on Ad Spend) membandingkan pendapatan yang diatribusikan ke iklan dengan biaya iklan. Misalnya, jika biaya iklan Rp100.000 menghasilkan pendapatan dari iklan Rp500.000, ROAS-nya 5 kali.
Meski terlihat bagus, ROAS belum otomatis berarti bisnis untung. Kamu masih perlu memperhitungkan HPP, biaya marketplace, diskon, pengemasan, dan biaya lain.
Gunakan margin produk untuk menentukan ROAS minimum yang masuk akal, bukan sekadar meniru target toko lain.
Tidak semua produk perlu mendapat budget iklan yang sama. Mulailah dari produk yang punya permintaan, stok memadai, ulasan yang meyakinkan, dan margin yang sehat.
Produk seperti ini bisa menjadi prioritas karena sudah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menghasilkan pesanan.
Produk baru juga bisa dipromosikan, tetapi perlakukan sebagai tahap pengujian. Tetapkan budget yang sesuai, amati respons pembeli, lalu putuskan apakah promosi perlu dilanjutkan. Jangan langsung mengalokasikan budget besar hanya karena ingin produk cepat dikenal.
Jika biaya iklan sudah mencapai batas harian tetapi hasilnya masih baik, pertimbangkan penambahan budget secara bertahap sambil memantau ROAS dan keuntungan. Sebaliknya, ketika hasil menurun, cari penyebabnya terlebih dahulu.
Periksa stok, harga, kompetisi, tren permintaan, dan kondisi halaman produk sebelum mengubah target iklan secara drastis.
Gunakan hasil iklan sebagai petunjuk untuk menentukan langkah berikutnya:
Keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan data dan margin, bukan hanya karena grafik iklan terlihat naik atau turun.
Mengelola toko sendiri bisa dilakukan, terutama jika jumlah produk masih sedikit dan data penjualannya mudah dipantau.
Namun, bantuan profesional bisa dipertimbangkan ketika masalah terus berulang atau kamu kesulitan menemukan penyebabnya.
Misalnya, foto dan judul sudah diperbaiki tetapi CTR tidak banyak berubah, iklan terus menghabiskan biaya tanpa hasil yang sepadan, atau penjualan turun dan kamu belum tahu bagian mana yang bermasalah.
Bantuan juga bisa berguna ketika operasional harian menyita waktu sehingga evaluasi toko sering tertunda.
Sebelum memilih jasa optimasi toko Shopee, tanyakan apa saja yang akan dikerjakan, data apa yang akan dianalisis, bagaimana hasil dilaporkan, dan indikator apa yang digunakan untuk mengukur kemajuan.
Hindari penyedia jasa yang menjanjikan angka penjualan tertentu tanpa memahami kondisi toko terlebih dahulu.
Sudah mencoba berbagai cara optimasi toko Shopee, tetapi penjualan masih stagnan? Growlab siap membantu mengevaluasi halaman produk, strategi iklan, hingga performa toko agar lebih optimal. Kunjungi layanan optimasi marketplace Growlab dan temukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu.
Baca Juga

Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Lihat semua artikel Oraldo Emeraldi