Cara Optimasi Toko Shopee yang Sepi: Panduan Praktis untuk Seller

    10 October 2026by Oraldo Emeraldi - Founder Growlab & Youngtrepreneur

    Cara Optimasi Toko Shopee yang Sepi: Panduan Praktis untuk Seller

    Highlights

    • Periksa data impresi, klik, pesanan, dan ROAS untuk menemukan titik masalah.
    • Perbaiki foto serta judul produk agar lebih menarik dan relevan dengan pencarian pembeli.
    • Hitung harga jual berdasarkan biaya dan margin, bukan hanya mengikuti harga kompetitor.
    • Evaluasi iklan Shopee berdasarkan data dan beri waktu yang cukup sebelum mengubah pengaturan.
    • Cek faktor yang memengaruhi keputusan pembeli, mulai dari ulasan hingga pilihan pengiriman.

    Toko Shopee sudah berjalan, tetapi pesanan masih sepi? Sebelum menambah budget iklan, coba cek dulu kondisi produk dan data penjualannya.

    Bisa jadi masalahnya bukan karena iklan kurang kencang, melainkan foto produk kurang menarik, judul belum sesuai dengan pencarian pembeli, atau harga dan penawaran belum cukup meyakinkan.

    Optimasi toko Shopee sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulai dari membaca data, memperbaiki halaman produk, menghitung harga dengan benar, lalu mengevaluasi iklan.

    Dengan begitu, kamu bisa tahu bagian mana yang perlu dibenahi dan apakah perubahan yang dilakukan benar-benar membawa hasil.

    Daftar Isi
    1. 1. Periksa Data Toko Sebelum Mengubah Iklan
    2. 2. Optimasi Foto dan Judul Produk Shopee
    3. 3. Tentukan Harga yang Kompetitif dan Tetap Menguntungkan
    4. 4. Evaluasi Iklan Shopee dan GMV Max
    5. 5. Pilih Produk yang Tepat untuk Dipromosikan
    6. Kapan Perlu Menggunakan Jasa Optimasi Toko Shopee?
    7. Masih Bingung Mengoptimalkan Toko Shopee?

    1. Periksa Data Toko Sebelum Mengubah Iklan

    Saat penjualan menurun, jangan langsung menaikkan budget iklan. Periksa dulu perjalanan calon pembeli, mulai dari melihat produk sampai menyelesaikan pesanan.

    Data ini membantu kamu menemukan bagian yang membuat calon pembeli berhenti.

    Coba baca metriknya secara berurutan:

    • Impresi rendah: produk belum banyak muncul di hadapan calon pembeli.
    • Impresi tinggi, tetapi klik rendah: foto, judul, harga, atau penawaran belum cukup menarik.
    • Klik tinggi, tetapi pesanan sedikit: periksa halaman produk, harga, ulasan, deskripsi, stok, dan pilihan pengiriman.
    • Pesanan ada, tetapi ROAS rendah: biaya iklan mungkin belum sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan. Periksa juga margin produk agar penilaian tidak hanya bergantung pada omzet.

    Dua metrik yang bisa dipantau secara rutin adalah CTR dan conversion rate. CTR (Click-Through Rate) menunjukkan persentase orang yang mengeklik produk setelah melihatnya.

    Sementara itu, conversion rate menunjukkan persentase pengunjung yang akhirnya melakukan pembelian, sesuai definisi dan data yang tersedia di dashboard.

    Tidak ada satu angka patokan yang cocok untuk semua toko. Performa bisa berbeda tergantung kategori, harga, sumber trafik, dan karakter pembeli.

    Karena itu, bandingkan hasil dengan data toko sendiri dari periode sebelumnya, lalu cari perubahan yang paling masuk akal untuk diuji.

    Apa Bedanya CTR dan Conversion Rate?

    CTR berkaitan dengan kemampuan produk menarik perhatian di hasil pencarian atau halaman rekomendasi.

    Foto, judul, dan harga menjadi beberapa hal yang bisa memengaruhi keputusan orang untuk mengeklik.

    Conversion rate berkaitan dengan keputusan setelah pengunjung membuka halaman produk.

    Di tahap ini, pembeli akan mempertimbangkan harga, ulasan, deskripsi, pilihan varian, stok, dan ongkos kirim.

    Kalau CTR rendah, mulai dari mengevaluasi foto dan judul. Kalau banyak yang mengeklik tetapi sedikit yang membeli, periksa isi halaman produk dan penawarannya.

    Ubah satu atau dua elemen terlebih dahulu, lalu pantau hasilnya. Jika semuanya diubah sekaligus, kamu akan lebih sulit mengetahui perbaikan mana yang berdampak.

    2. Optimasi Foto dan Judul Produk Shopee

    Foto dan judul adalah dua elemen pertama yang bisa kamu evaluasi ketika produk mendapat banyak impresi tetapi sedikit klik.

    Keduanya perlu memberi gambaran yang jelas tentang barang yang dijual sekaligus alasan mengapa pembeli perlu melihat detailnya.

    Gunakan foto yang terang, tajam, dan menampilkan produk dengan jelas. Hindari gambar buram, latar terlalu ramai, atau teks promosi yang menutupi barang.

    Foto tambahan bisa digunakan untuk menunjukkan detail, ukuran, bahan, cara pemakaian, atau isi paket.

    Kebutuhan visual juga bergantung pada kategori. Foto pakaian, misalnya, bisa menampilkan detail bahan dan tampilan saat dikenakan.

    Produk makanan bisa menunjukkan bentuk, isi, ukuran, dan kemasan. Pastikan gambar sesuai dengan produk yang benar-benar diterima pembeli.

    Cara Membuat Judul Produk Shopee Lebih Relevan

    Judul produk sebaiknya menyebutkan nama barang dan informasi yang memang dicari pembeli. Kamu bisa menggunakan pola sederhana:

    Nama produk + spesifikasi utama + ukuran atau varian + kegunaan (jika relevan).

    Contohnya, daripada hanya menulis “Sepatu Lari Pria”, kamu bisa membuat judul yang lebih spesifik seperti “Sepatu Lari Pria Anti-Slip, Ringan, Ukuran 39–44”.

    Gunakan atribut yang benar-benar sesuai dengan produk, bukan sekadar menambahkan banyak kata kunci.

    Hindari klaim seperti “termurah se-Indonesia” atau “kualitas nomor satu” jika tidak bisa dibuktikan.

    Judul yang jelas dan akurat membantu pembeli memahami produk sejak awal. Setelah judul diperbarui, pantau apakah jumlah klik berubah tanpa mengabaikan kualitas pesanan yang masuk.

    3. Tentukan Harga yang Kompetitif dan Tetap Menguntungkan

    Harga murah belum tentu membuat toko lebih untung. Jika harga hanya mengikuti kompetitor tanpa menghitung biaya, pesanan memang bisa bertambah, tetapi keuntungan per produk justru menipis.

    Sebelum menetapkan harga jual, catat semua komponen biaya yang relevan, seperti:

    • Harga pokok produk (HPP).
    • Biaya kemasan dan persiapan pesanan.
    • Biaya administrasi atau biaya layanan marketplace sesuai ketentuan yang berlaku.
    • Subsidi ongkir atau biaya promosi yang ditanggung penjual.
    • Biaya iklan.
    • Margin keuntungan yang ingin diperoleh.

    Biaya dan ketentuan Shopee dapat berubah serta berbeda berdasarkan program atau kategori.

    Karena itu, cek rincian biaya terbaru di Seller Centre sebelum menghitung harga. Jangan mengandalkan persentase lama atau menganggap semua biaya dihitung dengan cara yang sama.

    Kapan Flash Sale Layak Digunakan?

    Flash sale atau diskon bisa membantu menarik perhatian, memperkenalkan produk, atau menghabiskan stok tertentu. Namun, promo sebaiknya memiliki tujuan dan batas yang jelas.

    Sebelum mengaktifkan diskon, hitung keuntungan yang tersisa setelah potongan harga dan biaya terkait. Jika harga promo membuat margin terlalu tipis, pertimbangkan alternatif seperti voucher dengan minimum pembelian, paket bundling, atau promosi untuk produk tertentu saja.

    Jangan membiasakan diskon besar tanpa mengevaluasi hasilnya. Catat jumlah pesanan, pendapatan, dan margin selama promo, lalu bandingkan dengan periode biasa. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah promo benar-benar membantu bisnis atau hanya menaikkan jumlah pesanan.

    4. Evaluasi Iklan Shopee dan GMV Max

    Jika menggunakan GMV Max, perhatikan pengaturan kampanye dan data performanya sebelum mengambil keputusan.

    Sistem otomatis dapat mengoptimalkan penayangan berdasarkan sinyal yang tersedia, tetapi hasilnya tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, permintaan, persaingan, dan pengaturan kampanye.

    Hindari mengubah budget, target ROAS, atau produk yang dipromosikan terlalu sering tanpa alasan yang jelas. Perubahan berulang membuat hasil antarperiode lebih sulit dibandingkan.

    Namun, bukan berarti kamu harus membiarkan iklan berjalan ketika biaya terus meningkat atau performanya jauh dari target. Tetapkan batas biaya dan evaluasi secara berkala berdasarkan data yang cukup.

    Saat memulai kampanye atau membuat perubahan besar, tentukan periode evaluasi yang masuk akal sesuai volume trafik dan pesanan. Jangan menilai hasil hanya dari satu atau dua hari, tetapi jangan pula mengabaikan kerugian dengan alasan sistem masih belajar.

    Pantau pengeluaran, pesanan, omzet dari iklan, ROAS, dan margin produk secara bersamaan.

    Cara Menentukan Target ROAS

    ROAS (Return on Ad Spend) membandingkan pendapatan yang diatribusikan ke iklan dengan biaya iklan. Misalnya, jika biaya iklan Rp100.000 menghasilkan pendapatan dari iklan Rp500.000, ROAS-nya 5 kali.

    Meski terlihat bagus, ROAS belum otomatis berarti bisnis untung. Kamu masih perlu memperhitungkan HPP, biaya marketplace, diskon, pengemasan, dan biaya lain.

    Gunakan margin produk untuk menentukan ROAS minimum yang masuk akal, bukan sekadar meniru target toko lain.

    5. Pilih Produk yang Tepat untuk Dipromosikan

    Tidak semua produk perlu mendapat budget iklan yang sama. Mulailah dari produk yang punya permintaan, stok memadai, ulasan yang meyakinkan, dan margin yang sehat.

    Produk seperti ini bisa menjadi prioritas karena sudah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menghasilkan pesanan.

    Produk baru juga bisa dipromosikan, tetapi perlakukan sebagai tahap pengujian. Tetapkan budget yang sesuai, amati respons pembeli, lalu putuskan apakah promosi perlu dilanjutkan. Jangan langsung mengalokasikan budget besar hanya karena ingin produk cepat dikenal.

    Jika biaya iklan sudah mencapai batas harian tetapi hasilnya masih baik, pertimbangkan penambahan budget secara bertahap sambil memantau ROAS dan keuntungan. Sebaliknya, ketika hasil menurun, cari penyebabnya terlebih dahulu.

    Periksa stok, harga, kompetisi, tren permintaan, dan kondisi halaman produk sebelum mengubah target iklan secara drastis.

    Kapan Iklan Perlu Ditingkatkan atau Dibenahi?

    Gunakan hasil iklan sebagai petunjuk untuk menentukan langkah berikutnya:

    • Pesanan dan ROAS sama-sama baik: pertimbangkan menaikkan budget secara bertahap jika stok dan margin masih aman.
    • Klik ada, tetapi pembelian sedikit: periksa harga, ulasan, deskripsi, varian, stok, serta ongkir sebelum menambah budget.
    • Biaya tinggi, tetapi hasil rendah: evaluasi penawaran dan kecocokan produk dengan target pembeli. Batasi pengeluaran jika kampanye terus merugi.
    • Performa banyak produk turun bersamaan: periksa kemungkinan faktor yang lebih luas, seperti perubahan permintaan, persaingan, atau kondisi toko, bukan hanya satu iklan.

    Keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan data dan margin, bukan hanya karena grafik iklan terlihat naik atau turun.

    Kapan Perlu Menggunakan Jasa Optimasi Toko Shopee?

    Mengelola toko sendiri bisa dilakukan, terutama jika jumlah produk masih sedikit dan data penjualannya mudah dipantau.

    Namun, bantuan profesional bisa dipertimbangkan ketika masalah terus berulang atau kamu kesulitan menemukan penyebabnya.

    Misalnya, foto dan judul sudah diperbaiki tetapi CTR tidak banyak berubah, iklan terus menghabiskan biaya tanpa hasil yang sepadan, atau penjualan turun dan kamu belum tahu bagian mana yang bermasalah.

    Bantuan juga bisa berguna ketika operasional harian menyita waktu sehingga evaluasi toko sering tertunda.

    Sebelum memilih jasa optimasi toko Shopee, tanyakan apa saja yang akan dikerjakan, data apa yang akan dianalisis, bagaimana hasil dilaporkan, dan indikator apa yang digunakan untuk mengukur kemajuan.

    Hindari penyedia jasa yang menjanjikan angka penjualan tertentu tanpa memahami kondisi toko terlebih dahulu.

    Masih Bingung Mengoptimalkan Toko Shopee?

    Sudah mencoba berbagai cara optimasi toko Shopee, tetapi penjualan masih stagnan? Growlab siap membantu mengevaluasi halaman produk, strategi iklan, hingga performa toko agar lebih optimal. Kunjungi layanan optimasi marketplace Growlab dan temukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu.


    Penulis (1)

    Oraldo Emeraldi
    Oraldo EmeraldiPenulis utama
    Founder Growlab & Youngtrepreneur

    Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

    Lihat semua artikel Oraldo Emeraldi
    Rekomendasi Lainnya