
Banyak seller membuka toko di marketplace berbekal intuisi: 'kayaknya produk ini laku deh.' Tanpa riset pasar yang terstruktur, tebakan itu bisa berujung stok menumpuk, harga jual salah, atau kalah bersaing dengan kompetitor yang sudah lebih dulu paham medan. Cara riset pasar untuk seller marketplace bukan soal survei rumit atau riset akademik melainkan proses sistematis untuk memastikan produk yang kamu jual memang dicari, harganya bersaing, dan marginnya masih masuk akal setelah dipotong biaya platform.

Riset pasar adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang target pembeli, kompetitor, dan kondisi pasar sebelum (atau saat) kamu mengambil keputusan bisnis. Menurut Accurate.id, riset pasar menjadi dasar evaluasi kelayakan produk atau layanan sebelum diluncurkan ke pasar. Bagi seller marketplace, manfaat riset pasar sangat konkret: kamu tahu produk mana yang permintaannya naik, kompetitor mana yang mendominasi halaman pencarian, dan kisaran harga yang diterima pembeli. Tanpa data ini, kamu sedang bermain tebak-tebakan dengan modal nyata.
Populix membagi riset pasar menjadi dua jalur utama:
Untuk seller marketplace pemula hingga menengah, riset sekunder jauh lebih efisien karena datanya sudah tersedia langsung di dalam platform. Riset sekunder untuk seller marketplace artinya: buka halaman pencarian Shopee atau TikTok Shop, lihat produk dengan volume penjualan tinggi, baca ulasan pembeli, dan perhatikan bagaimana kompetitor menyusun harga dan kontennya. Data ini gratis, real-time, dan langsung relevan.
Cara paling cepat untuk riset pasar di marketplace adalah menggunakan fitur pencarian bawaan platform itu sendiri. Ketik kata kunci produk yang ingin kamu jual, lalu sortir hasil berdasarkan 'Terlaris'. Produk yang muncul di halaman pertama dengan penjualan tinggi adalah sinyal nyata bahwa permintaan ada.Perhatikan tiga hal:
Kalau kamu menemukan produk dengan permintaan tinggi tapi kompetitor masih sedikit, itu celah yang layak dikejar.
Gunakan Fitur Eksternal untuk Validasi Tren
Selain data dalam platform, Google Trends bisa membantu memvalidasi apakah suatu produk sedang naik atau justru meredup. Ketik nama kategori produkmu, lihat tren 12 bulan terakhir. Produk yang grafiknya stabil atau naik jauh lebih aman dibanding yang sedang turun tajam. Panduan riset pasar 2026 dari Attest menyebutkan bahwa kombinasi data kuantitatif (angka penjualan, volume pencarian) dan data kualitatif (ulasan, keluhan pembeli) menghasilkan gambaran pasar yang jauh lebih akurat daripada mengandalkan satu sumber saja. Terapkan pendekatan ini ke riset produkmu.
Analisis kompetitor bukan sekadar lihat harga lalu turunkan Rp500 di bawah mereka. Itu strategi yang merusak margin tanpa memenangkan pasar. Riset kompetitor yang benar mencakup beberapa dimensi sekaligus.
Pilih 5–10 toko kompetitor teratas di kategorimu. Untuk masing-masing, perhatikan: harga jual dan apakah ada diskon harga coret, kualitas foto produk dan deskripsi, bagian Q&A dan ulasan (di sini tersimpan keluhan yang belum dijawab pasar itu peluangmu), serta program pengiriman (free ongkir, pengiriman cepat, dll.). Pola yang konsisten di antara kompetitor terkuat adalah standar minimum yang harus kamu penuhi. Pola keluhan yang sering muncul di ulasan adalah peluang diferensiasi.
Temukan Celah yang Belum Diisi Kompetitor
Setelah memetakan kompetitor, pertanyaan kuncinya adalah: apa yang pelanggan keluhkan dari mereka? Ulasan bintang 1–3 adalah tambang emas riset pasar. Kalau mayoritas pembeli mengeluh soal packaging yang mudah rusak, kamu bisa masuk dengan packaging yang lebih aman. Kalau keluhan utama soal ukuran yang tidak sesuai deskripsi, kamu bisa masuk dengan panduan ukuran yang lebih detail.
Celah pasar tidak selalu berarti produk baru. Sering kali celah ada di cara penyajian, pelayanan, atau detail yang diabaikan kompetitor yang sudah terlalu besar untuk peduli.
Ini adalah bagian riset pasar yang paling sering dilewati seller, dan paling sering menyebabkan kerugian diam-diam. Hitung harga Shopee bukan sekadar modal + untung. Ada komponen biaya yang harus diperhitungkan sebelum kamu memutuskan harga jual. jangan sampai boncos gara gara salah setting harga,
Komponen biaya yang perlu dihitung untuk setiap produk di Shopee (berlaku per Januari 2026, angka perlu dikonfirmasi di Seller Center karena bisa berubah per kategori):
Setelah semua komponen terhitung, bandingkan dengan kisaran harga yang diterima pasar dari hasil riset kompetitor tadi.
Kalau margin bersih yang tersisa tidak cukup atau bahkan negatif maka produk itu tidak layak dijual di harga tersebut, atau tidak layak dijual di platform itu sama sekali.
Keputusan ini jauh lebih baik diambil sebelum stok masuk, bukan sesudah.
Kenapa Banyak Seller Salah Hitung Harga
Di Growlab, kami sering melihat seller yang menghitung harga jual hanya dari dua angka: modal dan harga kompetitor. Potongan platform, biaya iklan, dan ongkir yang kadang ditanggung penjual tidak masuk hitungan. Hasilnya, omzet terlihat naik, tapi saldo rekening tidak bertambah — karena margin sesungguhnya sudah habis di biaya-biaya yang tidak diperhitungkan.
Menurut laporan tren riset pemasaran dari ihatec.com, pemanfaatan data analitik secara menyeluruh termasuk data biaya dan margin adalah pembeda utama antara bisnis yang bisa tumbuh dan yang hanya berputar di tempat. Seller yang terbiasa membaca angka platformnya lebih siap mengambil keputusan strategis.
Riset pasar yang bagus sekalipun tidak bisa sepenuhnya menggantikan uji nyata di pasar. Setelah kamu melakukan analisis permintaan, kompetitor, dan kalkulasi harga — validasi tetap perlu dilakukan dengan cara masuk dalam skala kecil terlebih dahulu.
Mulai dengan stok minimal, jalankan iklan dengan budget terbatas (terutama di format GMV Max yang sudah berjalan otomatis berbasis AI), lalu ukur metrik kunci: CTR atau Click-Through Rate (seberapa banyak orang yang melihat produkmu lalu benar-benar klik), ATC atau Add to Cart (berapa yang memasukkan ke keranjang), dan CO Rate atau Conversion Rate (berapa yang akhirnya membayar). Patokan umum: CO rate di atas 2% dan CTR di atas 3% menandakan produk dan halaman produkmu cukup sehat.
Kalau angka-angka itu masih di bawah patokan setelah beberapa minggu, berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki — bisa di foto produk, deskripsi, harga, atau positioning. Data validasi ini jauh lebih berharga daripada asumsi riset awal, karena datang langsung dari perilaku pembeli nyata.
Riset Pasar Bukan Sekali Jalan
Pasar marketplace bergerak cepat. Kompetitor baru masuk, tren produk bergeser, dan kebijakan platform berubah — termasuk struktur biaya yang mempengaruhi margin. Riset pasar yang dilakukan sekali saat awal membuka toko tidak cukup untuk mempertahankan pertumbuhan.
Seller yang tokonya terus berkembang biasanya punya kebiasaan mereview data secara berkala: minimal sebulan sekali melihat performa produk, membandingkan dengan kompetitor, dan memperbarui kalkulasi harga kalau ada perubahan biaya platform. Ini bukan pekerjaan yang memakan banyak waktu — tapi konsistensinya yang membedakan toko yang stagnan dengan toko yang terus tumbuh.
Tren riset pemasaran di Indonesia juga semakin mengarah ke pemanfaatan Big Data dan analitik real-time. Platform marketplace sudah menyediakan data ini di dashboard seller — tugas kamu adalah membacanya dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan perasaan.
Riset Pasar Sudah Bagus, Tapi Toko Masih Sepi?
Riset pasar adalah fondasi, bukan jaminan. Kamu mungkin sudah tahu produk yang tepat, sudah hitung harga Shopee dengan benar, sudah analisis kompetitor — tapi toko tetap sepi dan iklan tetap boros. Ini artinya ada masalah di lapisan eksekusi: optimasi konten produk, strategi iklan, atau pengelolaan toko secara keseluruhan.
Di sinilah banyak seller yang sudah melewati tahap riset masih perlu bantuan. Mengetahui apa yang harus dilakukan dan benar-benar menjalankannya secara optimal adalah dua hal yang berbeda — terutama ketika platform terus berubah dan persaingan semakin ketat.
Kalau kamu sudah tahu produkmu punya potensi tapi toko masih belum berkembang sesuai harapan, mungkin saatnya lihat lebih dalam ke strategi dan eksekusinya. Growlab siap bantu seller seperti kamu untuk optimasi bisnis onlinemu.
Cara riset pasar untuk seller marketplace bukan proses yang rumit, tapi butuh kebiasaan yang konsisten: validasi permintaan dengan data platform, analisis kompetitor secara sistematis, hitung harga Shopee dan marketplace lain dengan memasukkan semua komponen biaya, lalu uji dengan skala kecil sebelum all-in. Seller yang terbiasa membaca data bukan mengandalkan intuisi semata punya landasan yang jauh lebih kokoh untuk tumbuh.
Daftar Pustaka
tren riset pemasaran di Indonesia → https://ihatec-mr.com/tren-riset-pemasaran-terbaru-di-indonesia
Pengertian riset pasar → https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-riset-pasar/
Jenis riset → https://info.populix.co/articles/riset-pasar-adalah
Panduan riset pasar 2026 → https://www.askattest.com/our-research/2026-us-consumer-trends-report

Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Lihat semua artikel Oraldo Emeraldi