
Highlights
Margin keuntungan yang sehat adalah angka yang seharusnya menjadi patokan setiap seller sebelum menentukan harga jual, bukan sekadar feeling atau ikut harga kompetitor.
Banyak seller marketplace merasa sudah untung karena omzet naik, tapi saldo rekening nyaris tidak bergerak.
Bukan karena produknya tidak laku. Tapi karena margin keuntungan yang dihitung tidak memasukkan semua komponen biaya yang benar-benar dipotong platform. Artikel ini membahas berapa angka margin yang sehat, rumus yang benar, dan komponen apa saja yang wajib masuk dalam hitungan margin jualan online.
Margin keuntungan adalah persentase keuntungan bersih dibandingkan harga jual. Dari setiap Rp100 yang masuk dari pembeli, berapa rupiah yang benar-benar tersisa setelah semua biaya dibayar.
Markup berbeda: dihitung dari modal ke atas, berapa persen kamu naikkan harga dari harga pokok. Margin dihitung dari harga jual ke bawah.
Seller yang tidak paham perbedaan ini sering terjebak. Markup sudah 40%, tapi margin bersih hanya 8% karena biaya admin platform, iklan, dan ongkir menggerus sisanya.
Rumus margin keuntungan: (Harga Jual – Total Biaya) ÷ Harga Jual × 100%.
Kata kunci di rumusnya adalah 'total biaya', bukan cuma harga pokok barang. Kalau komponen biaya yang kamu hitung tidak lengkap, margin yang kamu dapat adalah angka semu.
Cara menghitung margin keuntungan yang benar dimulai dari mendaftar semua komponen biaya dulu, baru masukkan ke rumus.
Ini bagian yang paling sering diabaikan. Seller sering hanya menghitung harga pokok, lalu langsung menentukan harga jual.
Untuk margin jualan online yang akurat, semua komponen berikut wajib masuk.
- Harga pokok produk (HPP): Biaya produksi atau harga beli dari supplier. Ini satu-satunya yang sering dihitung, padahal bukan satu-satunya.
- Biaya admin platform: Shopee mengenakan biaya admin berdasarkan harga netto setelah diskon seller, dengan kisaran berbeda tiap sub-kategori (perkiraan 2,5%–10% per transaksi. Cek terbaru di Seller Center), ditambah biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi selesai.
TikTok Shop dan Tokopedia menerapkan komisi dinamis dengan batas maksimum komisi per item yang berubah signifikan per 18 Mei 2026. Angka pasti per sub-kategori selalu berubah, cek Seller Center platform masing-masing untuk data terkini.
- Biaya iklan: Kalau kamu menjalankan iklan GMV Max atau iklan berbayar lain, biaya ini wajib dihitung per order, bukan diabaikan. Strategi iklan GMV Max yang benar punya dampak langsung ke biaya per order yang perlu kamu pertimbangkan saat menghitung margin.
- Ongkos kirim yang ditanggung seller: Terutama kalau aktif ikut program gratis ongkir.
- Komisi affiliate: Kalau produkmu dijual lewat program afiliasi, komisi kreator wajib masuk hitungan. Komponen ini yang paling sering lupa dihitung.
- Pajak penghasilan: Per PP 20 Tahun 2026 yang berlaku mulai 22 April 2026, skema PPh Final UMKM mengalami perubahan penting terutama untuk pelaku usaha berbentuk badan seperti CV dan PT. Untuk seller orang pribadi, konfirmasi ke konsultan pajak atau cek langsung di situs resmi DJP.
Untuk e-commerce dan jualan online, margin keuntungan bersih yang umumnya disebut sehat berada di kisaran 20–30% dari harga jual, setelah semua komponen biaya diperhitungkan.
Angka ini beda tiap kategori. Produk fashion dengan perputaran cepat bisa beroperasi di margin lebih tipis. Produk dengan HPP tinggi dan volume rendah butuh margin lebih tebal.
Yang penting bukan mengejar persentase tertentu, tapi memastikan margin yang kamu punya memberi ruang untuk tetap untung setelah semua potongan dibayar.
Ada beberapa sinyal yang sering muncul:
- Omzet naik tapi saldo rekening tidak bergerak signifikan
- Tidak berani ikut flash sale karena takut rugi, tapi tidak tahu batas amannya
- Margin yang dihitung belum memasukkan biaya iklan dan affiliate
Kalau mengalami satu atau lebih dari ini, langkah pertama bukan menaikkan harga sembarangan, tapi audit komponen biaya dulu.
Menentukan margin produk yang aman tidak dimulai dari 'berapa margin yang bagus', tapi dari 'berapa semua biayaku per produk yang terjual'.
Di sinilah konsep Bottom Price relevan. Bottom Price adalah harga terendah yang masih aman dijual, sudah bersih setelah dipotong semua komponen biaya termasuk admin platform, iklan, ongkir, pajak, dan komisi affiliate. Ini batas bawah yang tidak boleh ditembus dalam kondisi apapun, termasuk saat ikut promo.
Setelah tahu Bottom Price, susun tiga lapis harga:
1. Bottom Price: Total semua biaya per produk terjual. Ini harga minimum, jangan pernah jual di bawah ini.
2. Harga standar: Bottom Price ditambah margin yang kamu targetkan (misalnya 25%). Bulatkan ke atas.
3. Harga markup (harga sebelum coret): Minimal 15% di atas harga standar, agar efek diskon terlihat meyakinkan saat ikut promo.
Dengan tiga lapis ini, promo apa pun bisa diikuti tanpa panik karena kamu tahu persis batas bawahnya. Proses evaluasi ini bisa dilakukan sendiri secara bertahap, atau lebih cepat dengan bantuan tim yang terbiasa membaca pola toko dari data.
Satu hal yang mulai relevan untuk seller yang omzetnya tumbuh adalah perubahan aturan pajak. PP 20 Tahun 2026 yang berlaku mulai 22 April 2026 mengubah ketentuan PPh Final UMKM, terutama bagi pelaku usaha berbentuk badan seperti CV dan PT.
Menurut analisis IKPI, titik impas yang menentukan apakah tarif final atau tarif normal PPh Badan lebih menguntungkan bergantung pada margin laba aktual bisnis, dengan titik impas di kisaran sekitar 4,55% margin laba bersih.
Artinya, semakin sehat margin keuntungan toko online-mu, semakin penting memilih skema pajak yang tepat.
Regulasi pajak dapat berubah. Pastikan kamu mengecek informasi terbaru di situs resmi DJP atau berkonsultasi dengan konsultan pajak sebelum mengambil keputusan.
Margin keuntungan yang sehat bukan angka yang bisa ditebak dari insting. Ia adalah hasil hitungan yang jujur, memasukkan semua komponen biaya yang benar-benar dipotong sebelum uang sampai ke tanganmu.
Seller yang paham margin-nya sendiri punya kontrol nyata: tahu kapan aman ikut promo, kapan harus evaluasi harga, dan kapan strategi iklan perlu dibenahi.
Ingat bahwa regulasi pajak dan kebijakan biaya marketplace dapat berubah sewaktu-waktu.
Selalu konfirmasi ke sumber resmi sebelum mengambil keputusan bisnis yang bergantung pada angka tersebut.
Tidak. Kisaran 20–30% adalah patokan awal, bukan angka mutlak. Kategori fashion dengan volume tinggi bisa beroperasi di margin lebih tipis dan tetap sehat. Kategori dengan HPP tinggi dan volume rendah seperti elektronik butuh margin lebih besar untuk menutup risiko.
Wajib. Kalau kamu menjalankan iklan GMV Max atau iklan berbayar lainnya, biaya tersebut adalah bagian dari biaya per order. Tanpa memasukkannya, margin yang kamu hitung adalah angka semu dan kamu bisa rugi tanpa menyadarinya.
Hitung ulang semua komponen biaya per produk terjual: HPP, biaya admin platform, estimasi iklan per order, ongkir yang ditanggung, komisi affiliate jika ada, dan pajak. Jumlahnya adalah Bottom Price-mu. Kalau selisih dengan harga jual aktual sangat tipis saat ada promo, berarti kamu sedang menjual di dekat atau di bawah batas aman.
PP 20 Tahun 2026 mengubah skema PPh Final UMKM terutama untuk pelaku usaha berbentuk badan seperti CV dan PT. Perubahan ini bisa memengaruhi komponen pajak dalam hitungan margin. Untuk seller orang pribadi, dampaknya perlu dikonfirmasi sesuai kondisi bisnis masing-masing ke konsultan pajak atau DJP.
Kalau kamu sudah paham cara menghitung margin keuntungan tapi toko masih belum berkembang sesuai harapan, tim Growlab bisa bantu audit lebih menyeluruh, mulai dari struktur harga, performa iklan, hingga optimasi toko marketplace. Hubungi tim Growlab sekarang untuk mulai konsultasi.
Referensi
• PP 20 Tahun 2026: Napas Baru Pajak UMKM, Antara Kemudahan dan Keadilan — https://www.pajak.go.id/id/artikel/pp-20-tahun-2026-napas-baru-pajak-umkm-antara-kemudahan-dan-keadilan
• Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 — https://perpajakan.ddtc.co.id/id/sumber-hukum/peraturan-pusat/peraturan-pemerintah-20-tahun-2026
• PP 20 Tahun 2026: Berakhirnya Era Tarif Final 0,5 Persen bagi CV dan PT, Apakah Selalu Merugikan? — https://ikpi.or.id/articles/pp-20-tahun-2026-berakhirnya-era-tarif-final-05-persen-bagi-cv-dan-pt-apakah-selalu-merugikan
• Mau Untung Maksimal? Kuasai Cara Hitung Margin dan Markup Produk Anda — https://www.boxhero.io/id/blog/mau-untung-maksimal-kuasai-cara-hitung-margin-dan-markup-produk-anda

Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Lihat semua artikel Oraldo Emeraldi