Strategi Marketplace saat Low Season Agar Iklan Tidak Boncos

    27 Oktober 2026by Oraldo Emeraldi - Founder Growlab & Youngtrepreneur - Shopee Seller Mentor & TikTok Shop Seller Ambassador

    Strategi Marketplace saat Low Season Agar Iklan Tidak Boncos

    Highlights

    • Strategi marketplace saat low season bukan soal memaksa omzet naik, tapi menjaga efisiensi agar budget tidak terbuang.
    • Penurunan penjualan di Januari sering terjadi karena daya beli melemah setelah periode belanja besar Desember.
    • Cara mengelola iklan saat penjualan turun: pangkas budget ke minimum, pertahankan produk hero, jaga metrik toko tetap sehat.
    • Persiapan campaign Ramadhan di marketplace idealnya dimulai 4–6 minggu sebelum bulan puasa, bukan saat Ramadhan sudah berjalan.
    • Strategi scale up toko marketplace yang efektif dimulai dari keputusan tepat saat pasar sepi, bukan saat sudah ramai.

    Strategi marketplace saat low season sering disalahpahami.

    Banyak seller panik melihat penjualan turun di Januari, lalu menambah budget iklan berharap angka naik kembali.

    Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu biaya membengkak, pesanan tetap sepi, dan margin habis. Penurunan ini bukan tanda strategi gagal.

    Ini siklus pasar yang berulang setiap tahun, dan siklus ini punya cara baca yang berbeda dari bulan-bulan biasa.

    Daftar Isi
    1. Mengapa Penjualan Toko Marketplace Turun pada Januari?
      1. Daya Beli Konsumen Menurun setelah Periode Belanja Desember
      2. Perubahan Momentum Campaign Memengaruhi Conversion Rate
      3. Membedakan Penurunan karena Kondisi Pasar dan Masalah Strategi
    2. Mengapa Budget Iklan Perlu Disesuaikan saat Low Season?
      1. Risiko Mempertahankan Budget Iklan saat Konversi Menurun
      2. Memahami Demand Produk sebelum Menentukan Strategi
    3. Strategi Defend Growlab untuk Menghadapi Low Season
      1. Memangkas Budget Iklan agar Pengeluaran Lebih Efisien
      2. Memprioritaskan Produk yang Masih Memiliki Demand
      3. Menjaga Performa Toko sambil Menyiapkan Budget Berikutnya
    4. Persiapan Growlab Menghadapi High Season Imlek dan Ramadhan
      1. Menyiapkan Budget Iklan untuk Momentum Campaign Besar
      2. Memastikan Stok Produk Siap Menghadapi Lonjakan Permintaan
      3. Memaksimalkan Produk Hero dan Bundling Promo Ramadhan
    5. Strategi Marketplace saat Low Season dan High Season
      1. Low Season sebagai Momentum untuk Menjaga Efisiensi
      2. High Season sebagai Peluang untuk Meningkatkan Penjualan
    6. FAQ
      1. Apa yang Harus Dilakukan saat Penjualan Marketplace Turun?
      2. Apakah Budget Iklan Harus Dipangkas saat Low Season?
      3. Kapan Waktu yang Tepat untuk Menaikkan Budget Iklan?
    7. FAQ
      1. Apa yang Harus Dilakukan saat Penjualan Marketplace Turun?
      2. Apakah Budget Iklan Harus Dipangkas saat Low Season?
      3. Kapan Waktu yang Tepat untuk Menaikkan Budget Iklan?
    8. Toko Kamu Masuk Low Season? Kami Bantu Baca Datanya

    Mengapa Penjualan Toko Marketplace Turun pada Januari?

    Daya Beli Konsumen Menurun setelah Periode Belanja Desember

    Desember penuh kampanye besar misalnya 12.12, Natal, dan pergantian tahun. Konsumen menghabiskan anggaran lebih dari biasanya.

    Memasuki Januari, daya beli alami melemah. Kartu kredit perlu dilunasi, tabungan sudah terkuras, prioritas belanja bergeser ke kebutuhan pokok.

    Data dari Research Digest Maret 2026 yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan mencatat tekanan daya beli konsumen Indonesia yang terasa nyata di awal tahun, sejalan dengan perlambatan konsumsi setelah periode puncak belanja akhir tahun.

    Perubahan Momentum Campaign Memengaruhi Conversion Rate

    Di bulan puncak, Shopee dan TikTok Shop aktif mendorong kampanye besar seperti flash sale, voucher cashback, dan gratis ongkir yang disubsidi platform.

    Januari tidak punya momentum sebesar itu. Niat beli konsumen yang sudah lebih rendah tidak lagi didorong insentif dari platform.

    Ini salah satu penyebab conversion rate turun yang paling sering diabaikan seller.

    Bukan karena produknya buruk, tapi ekosistem sekitarnya sedang tidak mendukung konversi.

    Membedakan Penurunan karena Kondisi Pasar dan Masalah Strategi

    Sebelum mengubah strategi iklan, cek dulu apakah semua produk di toko turun atau hanya satu-dua produk.

    Kalau hampir semua produk turun bersamaan, ini kemungkinan besar penurunan pasar, bukan masalah produk atau iklan.

    Kalau hanya satu produk yang turun sementara produk lain masih stabil, baru pertanyaannya mengarah ke halaman produk, harga, atau strategi iklan spesifik produk tersebut.

    Bedakan keduanya sebelum mengambil keputusan budget. Mengubah setelan iklan saat masalahnya ada di pasar hanya menguras anggaran tanpa hasil.

    Mengapa Budget Iklan Perlu Disesuaikan saat Low Season?

    Risiko Mempertahankan Budget Iklan saat Konversi Menurun

    Cara mengelola iklan saat penjualan turun yang paling mendasar adalah menyesuaikan budget dengan konversi aktual, bukan dengan target omzet.

    Iklan bekerja sebagai pengganda sehingga kalau konversi bagus, iklan mempercepat pertumbuhan. Kalau konversi buruk, iklan hanya mempercepat pengeluaran.

    Dari data yang kami pantau di salah satu toko klien selama Januari, tren pesanan harian mencapai puncak sekitar 560–580 pesanan per hari di pertengahan bulan.

    Setelah itu turun signifikan ke kisaran 120–160 pesanan per hari di minggu ketiga dan keempat, penurunan sekitar 70–75% dari titik puncak.

    Kalau budget iklan tidak disesuaikan mengikuti penurunan konversi ini, biaya per pesanan melonjak drastis.

    Yang seharusnya efisien bisa berubah tiga sampai empat kali lipat hanya karena pasar sedang tidak mendukung konversi.

    Memahami Demand Produk sebelum Menentukan Strategi

    Tidak semua produk mengalami penurunan yang sama saat low season.

    Ada produk yang permintaannya memang musiman, ada yang lebih stabil sepanjang tahun.

    Cara mengatur budget iklan marketplace yang tepat dimulai dari melihat data historis produk kamu sebelum memutuskan apakah iklan perlu dikurangi atau dipertahankan.

    Produk yang punya pola musiman jelas perlu diperlakukan berbeda dari produk yang turun karena masalah strategi.

    Strategi Defend Growlab untuk Menghadapi Low Season

    Strategi menghadapi low season marketplace yang benar adalah mode defend. Ini bukan menyerah, tapi memilih untuk tidak membakar budget di kondisi yang tidak menguntungkan.

    Memangkas Budget Iklan agar Pengeluaran Lebih Efisien

    Pada iklan GMV Max di TikTok Shop maupun Shopee, mesin berbasis AI bekerja dengan data konversi nyata.

    Kalau konversi sedang rendah karena pasar lesu, mesin iklan akan kesulitan mencapai target ROAS yang kamu set sebelumnya.

    Di kondisi ini, turunkan budget ke level minimum yang masih cukup menjaga data iklan aktif.

    Jangan dimatikan total karena iklan yang mati terlalu lama butuh waktu lebih lama untuk belajar ulang saat pasar kembali ramai.

    Hindari menggonta-ganti setelan terlalu sering.

    Mesin GMV Max butuh waktu menyesuaikan diri, dan perubahan yang terlalu sering justru mengganggu proses itu.

    Memprioritaskan Produk yang Masih Memiliki Demand

    Strategi iklan Shopee saat low season yang paling efisien adalah fokus ke produk hero, yaitu produk yang masih punya klik dan konversi meski kondisi pasar sedang lesu.

    Produk hero bisa diidentifikasi dari data berupa CTR yang masih di atas 3% dan pesanan yang masih masuk meski tidak sebanyak bulan puncak.

    Produk yang CTR dan conversion rate-nya sudah lemah sebelum low season, jangan dipaksa diiklankan dengan budget besar.

    Hemat budget tersebut untuk produk yang masih punya traksi.

    Menjaga Performa Toko sambil Menyiapkan Budget Berikutnya

    Low season adalah waktu terbaik untuk mengerjakan hal yang tidak sempat dikerjakan saat ramai misalnya perbarui foto produk, perbaiki deskripsi, cek ulang harga, dan kumpulkan ulasan.

    Toko yang dirawat saat sepi akan merespons jauh lebih baik saat iklan dinaikkan kembali.

    Sementara itu, alokasikan sebagian cashflow yang biasanya dipakai iklan ke kas yang disisihkan untuk high season.

    Ini bagian dari strategi scale up toko marketplace secara siklus, bukan bulanan saja.

    Persiapan Growlab Menghadapi High Season Imlek dan Ramadhan

    Menyiapkan Budget Iklan untuk Momentum Campaign Besar

    Persiapan campaign Ramadhan di marketplace tidak dimulai saat Ramadhan tiba. Idealnya dimulai 4–6 minggu sebelumnya.

    Di sisi iklan, ini berarti kamu perlu punya budget yang cukup untuk menaikkan spending secara bertahap sejak awal Ramadhan.

    Naikkan bertahap, maksimal dua kali lipat dari rerata harian, agar mesin GMV Max bisa menyesuaikan diri tanpa kehilangan performa.

    Budget ini hanya bisa disiapkan kalau tidak dihabiskan saat low season.

    Inilah alasan utama kenapa strategi menghadapi low season marketplace yang baik selalu melibatkan manajemen kas.

    Memastikan Stok Produk Siap Menghadapi Lonjakan Permintaan

    Kehabisan stok saat Ramadhan atau Lebaran adalah kerugian yang paling disayangkan. Pesanan datang, tapi toko tidak bisa memenuhi.

    Dari data klien yang kami pantau, lonjakan pesanan bisa sangat tajam dalam waktu singkat.

    Estimasi stok minimal berdasarkan data penjualan Ramadhan tahun lalu.

    Kalau ini Ramadhan pertama kamu berjualan, lihat data penjualan bulan terbaik kamu lalu siapkan stok 1,5 sampai 2 kali lipatnya.

    Memaksimalkan Produk Hero dan Bundling Promo Ramadhan

    Saat high season, fokus tetap di produk hero. Tambahkan satu lapisan berupa bundling atau paket promo yang relevan dengan momen.

    Bundling meningkatkan nilai transaksi per pesanan tanpa harus menurunkan harga satuan.

    Promo yang dipersiapkan jauh-jauh hari juga memberi waktu untuk mendaftarkan produk ke kampanye resmi platform.

    Kampanye Shopee dan TikTok Shop untuk Ramadhan biasanya membuka pendaftaran seller berminggu-minggu sebelum periode dimulai.

    Strategi meningkatkan penjualan saat high season yang efektif selalu dimulai dari persiapan di periode sebelumnya, bukan saat momentum sudah berjalan.

    Strategi Marketplace saat Low Season dan High Season

    Low Season sebagai Momentum untuk Menjaga Efisiensi

    Yang diukur saat low season bukan omzet, melainkan efisiensi yaitu berapa biaya per pesanan. Apakah metrik toko masih sehat?

    Apakah iklan masih memberikan ROAS di atas titik impas?

    Seller yang paham siklus pasar tidak memaksa omzet naik saat kondisi tidak mendukung.

    Mereka menggunakan waktu ini untuk memperbaiki fondasi toko dan mengakumulasi modal untuk serangan berikutnya.

    Untuk memahami lebih jauh cara membaca ROAS dan menentukan target yang tepat, artikel tentang strategi ROAS dan GMV Max bisa menjadi referensi yang berguna.

    High Season sebagai Peluang untuk Meningkatkan Penjualan

    Seller yang masuk high season dengan stok siap, budget terakumulasi, dan halaman produk yang sudah dioptimasi akan merespons jauh lebih cepat terhadap lonjakan traffic.

    Sebaliknya, seller yang menghabiskan semua budget saat low season akan kehabisan nafas tepat saat momentum tiba.

    Pola ini berulang setiap tahun. Bedanya ada pada siapa yang sudah menyiapkan dan siapa yang masih bereaksi.

    FAQ

    Apa yang Harus Dilakukan saat Penjualan Marketplace Turun?

    Identifikasi dulu apakah penurunan terjadi di semua produk (tanda kondisi pasar) atau hanya produk tertentu (tanda masalah strategi).

    Setelah itu, sesuaikan budget iklan ke level minimum, perbaiki elemen toko yang tertunda, dan gunakan waktu ini untuk menyiapkan stok dan budget bagi high season berikutnya.

    Apakah Budget Iklan Harus Dipangkas saat Low Season?

    Tidak harus nol, tapi perlu disesuaikan dengan konversi aktual. Budget besar saat konversi turun hanya membuang biaya.

    Pertahankan iklan aktif di level minimum agar mesin tidak kehilangan data, lalu naikkan kembali saat sinyal konversi membaik.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Menaikkan Budget Iklan?

    Saat conversion rate mulai naik dan momentum campaign platform terasa, biasanya 3–4 minggu sebelum high season dimulai.

    Naikkan bertahap, maksimal dua kali lipat dari rerata harian, agar mesin GMV Max bisa menyesuaikan diri tanpa kehilangan performa.

    Low season bukan musuh. Ini bagian dari siklus yang bisa diprediksi dan dikelola.

    Seller yang keluar dari Januari dengan toko yang sehat, budget yang terjaga, dan persiapan yang matang akan masuk Ramadhan dalam posisi yang jauh lebih kuat.

    Keputusan terbaik di low season sering kali bukan soal apa yang kamu lakukan, tapi soal apa yang kamu tahan untuk tidak lakukan.

    FAQ

    Apa yang Harus Dilakukan saat Penjualan Marketplace Turun?

    Identifikasi dulu apakah penurunan terjadi di semua produk (tanda kondisi pasar) atau hanya produk tertentu (tanda masalah strategi).

    Kurangi budget iklan ke level minimum, perbaiki elemen toko, dan gunakan waktu low season untuk menyiapkan stok dan budget bagi high season berikutnya.

    Apakah Budget Iklan Harus Dipangkas saat Low Season?

    Tidak harus nol, tapi perlu disesuaikan dengan konversi aktual. Budget besar saat konversi turun hanya membuang biaya.

    Pertahankan iklan aktif di level minimum agar mesin tidak kehilangan data pembelajaran.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Menaikkan Budget Iklan?

    Saat conversion rate mulai naik dan momentum campaign platform terasa, biasanya 3–4 minggu sebelum high season dimulai.

    Naikkan bertahap maksimal dua kali lipat dari rerata harian agar mesin GMV Max bisa menyesuaikan diri.

    Toko Kamu Masuk Low Season? Kami Bantu Baca Datanya

    Kalau kamu butuh bantuan lebih menyeluruh dalam membaca kondisi toko, menyesuaikan strategi iklan, dan mempersiapkan toko menghadapi Ramadhan, tim Growlab siap membantu dari proses audit hingga eksekusi optimasi toko marketplace secara menyeluruh.

    Hubungi tim Growlab melalui halaman layanan kami untuk mulai konsultasi.

    Penulis (1)

    Oraldo Emeraldi
    Oraldo EmeraldiPenulis utama
    Founder Growlab & Youngtrepreneur - Shopee Seller Mentor & TikTok Shop Seller Ambassador

    Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

    Lihat semua artikel Oraldo Emeraldi
    Rekomendasi Lainnya