Panduan Optimasi Marketplace Shopee & TikTok Shop 2026

    15 October 2026by Tim Editorial Growlab

    Panduan Optimasi Marketplace Shopee & TikTok Shop 2026

    Highlights

    • Rapikan judul, foto, deskripsi, harga, dan atribut produk sebelum memperbesar traffic dengan iklan.
    • Gunakan riset kata kunci marketplace untuk menyusun judul yang sesuai dengan bahasa calon pembeli.
    • Baca CTR, conversion rate, dan impression secara berurutan agar perbaikan dilakukan pada bagian yang tepat.
    • Sesuaikan strategi iklan dengan peran setiap produk dan beri waktu yang cukup untuk mengevaluasi performanya.
    • Hitung biaya dan margin bersih sebelum scaling supaya kenaikan omzet tidak berujung pada penurunan profit.

    Optimasi marketplace bukan sekadar memasang iklan lalu menunggu penjualan datang.

    Banyak seller sudah mengeluarkan biaya iklan setiap bulan, tetapi omzet tetap stagnan karena hanya satu bagian toko yang diperbaiki, sementara masalah lain belum tersentuh.

    Dari pengalaman mendampingi toko di Shopee dan TikTok Shop, salah satu pola yang kerap terlihat adalah seller meningkatkan iklan sebelum fondasi tokonya siap.

    Padahal, judul produk, foto, deskripsi, harga, ulasan, dan pengalaman belanja ikut menentukan apakah pengunjung akan membeli.

    Panduan ini membahas cara optimasi marketplace secara menyeluruh, mulai dari membuat produk lebih mudah ditemukan, meningkatkan daya tarik halaman produk, membaca metrik, mengelola iklan, hingga menjaga margin agar pertumbuhan penjualan tetap sehat.

    Daftar Isi
    1. Apa Itu Optimasi Marketplace dan Mengapa Penting?
    2. Cara Optimasi Produk agar Mudah Ditemukan dan Dipilih
    3. Strategi Iklan Marketplace yang Lebih Efisien
    4. Strategi Konten TikTok Shop untuk Meningkatkan Penjualan
    5. Cara Membaca Metrik Marketplace dan Mendiagnosis Masalah
    6. Optimasi Biaya Marketplace agar Margin Tetap Sehat
    7. Apa yang dimaksud dengan optimasi marketplace?
    8. Bagaimana cara optimasi marketplace untuk pemula?
    9. Apa perbedaan optimasi Shopee dan TikTok Shop?
    10. Kapan seller sebaiknya menaikkan budget iklan?
    11. Apakah omzet tinggi berarti toko sudah untung?
    12. Butuh Bantuan Mengevaluasi Toko?

    Apa Itu Optimasi Marketplace dan Mengapa Penting?

    Optimasi marketplace adalah proses memperbaiki berbagai elemen toko online agar produk lebih mudah ditemukan, menarik perhatian calon pembeli, dan mendorong transaksi.

    Proses ini mencakup SEO marketplace, kualitas halaman produk, harga, ulasan, strategi iklan, konten, serta evaluasi performa toko.

    Bayangkan sebuah toko fisik yang memasang spanduk besar, tetapi etalasenya berantakan dan informasi produknya tidak jelas.

    Banyak orang mungkin datang, tetapi belum tentu membeli. Hal serupa terjadi di marketplace: traffic dapat masuk, tetapi konversi tetap rendah jika halaman produk belum meyakinkan.

    Karena itu, urutan optimasi yang lebih masuk akal adalah:

    1. Perbaiki fondasi produk: judul, foto, deskripsi, atribut, harga, dan ulasan.
    2. Periksa metrik untuk mengetahui bagian yang masih menghambat pembelian.
    3. Perbesar traffic melalui iklan atau konten setelah halaman produk cukup siap.

    Dengan urutan ini, seller tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga berupaya membuat setiap kunjungan lebih berpeluang menghasilkan transaksi.

    Cara Optimasi Produk agar Mudah Ditemukan dan Dipilih

    Sebelum menambah anggaran iklan, pastikan produk menjawab dua kebutuhan: ditemukan oleh calon pembeli yang tepat dan dipilih setelah muncul di hasil pencarian.

    Keduanya membutuhkan pendekatan yang saling melengkapi.

    1. Riset Keyword Marketplace untuk Judul Produk

    Calon pembeli biasanya mencari produk dengan kata atau frasa yang mereka kenal. Karena itu, gunakan istilah yang benar-benar relevan dengan produk dan kebiasaan pencarian audiens, bukan hanya istilah internal yang digunakan bisnis.

    Salah satu cara sederhana melakukan riset keyword marketplace adalah mengetik kata kunci umum pada kolom pencarian Shopee atau TikTok Shop, lalu mencatat rekomendasi pencarian yang muncul.

    Gunakan saran tersebut sebagai bahan riset, kemudian pilih frasa yang paling sesuai dengan produk dan maksud pencarian pembeli.

    Sebagai titik awal, susun judul dengan pola berikut. Sesuaikan kembali dengan panduan terbaru masing-masing platform dan hindari memasukkan kata kunci yang tidak relevan.

    • TikTok Shop: jenis produk + merek + fitur utama + keterangan relevan.
    • Shopee: jenis produk + target pengguna + merek + fitur utama + kata kunci relevan.

    Contoh: “Sabun Wajah Pria [Merek] untuk Kulit Berminyak” lebih informatif daripada judul yang hanya menyebut nama produk tanpa manfaat atau konteks pengguna.

    Jangan menumpuk kata kunci secara berlebihan. Judul harus tetap mudah dibaca, akurat, dan sesuai dengan barang yang benar-benar dijual.

    2. Optimasi Foto Produk untuk Meningkatkan CTR

    Foto utama berperan besar dalam keputusan calon pembeli untuk mengeklik produk. Pastikan produk terlihat jelas, pencahayaan cukup, latar tidak mengganggu, dan komposisi menonjolkan produk yang dijual.

    Hindari foto yang gelap, buram, terlalu ramai, atau dipenuhi teks promosi. Teks tambahan dapat digunakan jika membantu menjelaskan manfaat atau fitur yang sulit ditampilkan melalui gambar saja.

    Susun galeri foto dengan urutan yang membantu pembeli memahami produk:

    • Foto utama dengan produk terlihat jelas dan latar bersih.
    • Foto fitur atau keunggulan utama.
    • Foto detail, ukuran, bahan, atau manfaat produk.
    • Foto cara penggunaan atau contoh pemakaian.
    • Foto informasi penawaran, garansi, atau bonus jika memang tersedia.
    • Untuk kategori yang sesuai, tambahkan bukti sosial yang autentik dan telah mendapat izin untuk digunakan.

    Jika CTR rendah, bandingkan performa foto utama dan judul sebelum langsung menyimpulkan bahwa anggaran iklan perlu ditambah.

    Gunakan data toko sebagai dasar evaluasi; benchmark CTR bukan angka universal karena dapat berbeda menurut kategori dan sumber traffic.

    3. Perbaiki Deskripsi, Atribut, Harga, dan Ulasan

    Foto membantu menarik klik, sedangkan halaman produk membantu calon pembeli mengambil keputusan. Deskripsi yang baik menjawab pertanyaan utama pembeli secara ringkas dan konkret.

    Pastikan deskripsi mencakup:

    • Penjelasan singkat mengenai produk dan siapa yang cocok menggunakannya.
    • Manfaat utama yang dapat dirasakan pembeli, bukan hanya daftar spesifikasi.
    • Informasi ukuran, bahan, variasi, isi paket, dan cara penggunaan.
    • Informasi pengiriman, garansi, atau layanan yang benar-benar tersedia.
    • Jawaban atas pertanyaan yang sering muncul sebelum pembelian.

    Lengkapi juga atribut produk yang diminta platform, seperti ukuran, warna, bahan, dan variasi.

    Setelah itu, cek apakah harga kompetitif, pilihan variasi tersedia, serta ulasan dan rating memberikan gambaran yang jelas kepada calon pembeli.

    Jika banyak orang mengeklik produk tetapi sedikit yang membeli, periksa elemen-elemen tersebut satu per satu. Hindari mengubah semua komponen sekaligus karena akan lebih sulit mengetahui perubahan mana yang berdampak pada hasil.

    Strategi Iklan Marketplace yang Lebih Efisien

    Iklan dapat membantu memperbesar jangkauan produk, tetapi bukan pengganti fondasi toko yang lemah.

    Sebelum menjalankan atau meningkatkan kampanye, pastikan halaman produk cukup informatif dan margin produk memungkinkan biaya promosi.

    1. Beri Waktu untuk Mengevaluasi Performa Iklan

    Sistem periklanan marketplace dapat menggunakan otomatisasi dan pembelajaran berbasis data. Perubahan target, anggaran, atau pengaturan yang terlalu sering dapat membuat hasil sulit dievaluasi.

    Karena mekanisme dan nama fitur dapat berubah, cek panduan terbaru di Seller Center masing-masing platform sebelum menerapkan pengaturan tertentu.

    Praktik yang lebih terukur:

    • Tentukan tujuan kampanye dan produk yang akan dipromosikan sebelum iklan berjalan.
    • Tetapkan anggaran berdasarkan kemampuan margin dan tujuan bisnis.
    • Hindari perubahan besar berulang tanpa alasan yang jelas.
    • Evaluasi performa setelah data yang cukup terkumpul, bukan hanya berdasarkan fluktuasi sesaat.
    • Naikkan anggaran secara bertahap jika hasilnya mendukung dan profitabilitas tetap terjaga.

    2. Kelompokkan Produk Berdasarkan Perannya

    Tidak semua produk memiliki fungsi yang sama di dalam toko. Kerangka berikut dapat membantu menentukan prioritas, tetapi pengelompokan harus didasarkan pada data toko sendiri.

    • Traffic maker: produk yang relatif efektif menarik kunjungan. Evaluasi apakah kunjungan tersebut juga relevan dengan target pembeli.
    • Cash cow: produk yang sudah menyumbang banyak pesanan dan menjadi salah satu penggerak penjualan utama.
    • Produk potensial: produk dengan sinyal konversi yang menjanjikan, tetapi jangkauan atau impresinya masih terbatas.
    • Produk profitable: produk dengan kontribusi margin yang menarik setelah biaya diperhitungkan.

    Setelah mengelompokkan produk, tentukan tujuan promosi yang sesuai. Produk penarik traffic perlu dievaluasi dari kualitas kunjungannya, sementara produk dengan penjualan dan margin yang sehat dapat diprioritaskan untuk mendorong transaksi.

    Jangan menyamakan strategi semua produk tanpa melihat data.

    Strategi Konten TikTok Shop untuk Meningkatkan Penjualan

    Berbeda dari marketplace yang sangat mengandalkan pencarian, TikTok Shop juga memberi peluang untuk menjangkau audiens melalui video dan konten di For You Page (FYP). Seller dapat mengoptimalkan pencarian produk sekaligus mengembangkan konten yang memperkenalkan produk kepada calon pembeli baru.

    1. Buat Konten yang Menunjukkan Manfaat Produk

    Konten penjualan tidak harus selalu terlihat seperti iklan. Video dapat dimulai dari masalah yang sering dialami audiens, dilanjutkan dengan demonstrasi produk dalam konteks penggunaan nyata, lalu ditutup dengan ajakan yang jelas.

    • Buka video dengan hook yang relevan dan spesifik.
    • Tunjukkan cara kerja, detail, atau manfaat produk secara nyata.
    • Gunakan bahasa yang sesuai dengan audiens dan hindari klaim yang tidak dapat dibuktikan.
    • Akhiri dengan arahan yang jelas, misalnya melihat detail produk atau mengecek variasi yang tersedia.

    Bagian awal video penting untuk menarik perhatian, tetapi performa juga dipengaruhi oleh relevansi konten, kualitas demonstrasi, penawaran, dan kecocokan audiens.

    2. Pilih Produksi Konten Internal atau Kreator Afiliasi

    Jika tim belum mampu memproduksi konten secara konsisten, seller dapat mempertimbangkan dua jalur berikut:

    • Tim internal: memberi kontrol lebih besar terhadap pesan, jadwal, dan gaya konten, tetapi membutuhkan waktu serta sumber daya.
    • Kreator afiliasi: dapat membantu memperluas variasi dan volume konten, dengan kebutuhan koordinasi, pemilihan kreator, dan evaluasi hasil.

    Apa pun jalurnya, ukur kontribusi konten melalui metrik yang relevan, seperti kunjungan produk, interaksi, pesanan, dan biaya yang terkait. Jangan menilai keberhasilan hanya dari jumlah tayangan.

    Cara Membaca Metrik Marketplace dan Mendiagnosis Masalah

    Optimasi marketplace akan lebih efektif jika dimulai dari diagnosis yang tepat. Jangan langsung menaikkan iklan sebelum memahami apakah hambatan utama ada pada daya tarik produk, konversi, atau jumlah pengunjung.

    1. CTR Rendah: Periksa Judul dan Foto Produk

    Click-through rate (CTR) menunjukkan proporsi tayangan yang menghasilkan klik.

    Jika CTR rendah dibandingkan performa historis toko atau tolok ukur yang relevan, periksa foto utama, judul, relevansi kata kunci, harga yang terlihat, dan kecocokan produk dengan audiens.

    2. Klik Ada, tetapi Pesanan Rendah: Periksa Konversi

    Jika produk sudah mendapat klik tetapi belum menghasilkan pesanan sesuai harapan, periksa halaman produk. Faktor yang mungkin berpengaruh antara lain harga, ulasan, kelengkapan informasi, variasi yang tersedia, ongkos kirim, dan kejelasan manfaat.

    3. Konversi Cukup Baik, tetapi Traffic Rendah: Evaluasi Jangkauan

    Jika halaman produk mampu menghasilkan pesanan dari pengunjung yang datang, tetapi volume penjualan masih terbatas, periksa jumlah impresi dan sumber traffic.

    Pada tahap ini, optimasi kata kunci, konten, atau iklan dapat membantu memperbesar jangkauan selama margin dan kapasitas operasional mendukung.

    Gunakan urutan diagnosis sebagai panduan, bukan aturan mutlak. Bandingkan data dalam periode yang sebanding dan pertimbangkan kategori produk, musim promosi, serta perubahan harga atau stok.

    Optimasi Biaya Marketplace agar Margin Tetap Sehat

    Omzet yang naik belum tentu membuat profit meningkat. Sebelum memperbesar anggaran iklan, hitung seluruh biaya yang memengaruhi keuntungan per produk. Komponen yang perlu diperiksa dapat mencakup:

    • Biaya admin atau komisi marketplace sesuai kategori dan program yang diikuti.
    • Biaya layanan program promosi atau program tambahan.
    • Biaya proses pesanan dan subsidi atau ongkos kirim yang ditanggung seller.
    • Biaya produk, kemasan, dan operasional terkait.
    • Komisi afiliasi atau biaya konten jika digunakan.
    • Biaya iklan dan potongan lain yang berlaku pada toko.

    Besaran biaya dapat berubah menurut platform, kategori, program, dan kebijakan terbaru. Verifikasi angka aktual melalui Seller Center sebelum membuat keputusan anggaran.

    Hitung Margin Bersih Sebelum Scaling

    Mulailah dengan menghitung pendapatan bersih per produk setelah dikurangi harga pokok dan biaya yang relevan.

    Dari sana, tentukan berapa banyak biaya iklan yang masih dapat ditanggung tanpa membuat transaksi merugi.

    ROAS (return on ad spend) menunjukkan nilai omzet yang dihasilkan dibandingkan biaya iklan. Namun, ROAS tinggi tidak otomatis berarti profit tinggi.

    Target ROAS yang layak bergantung pada margin, biaya marketplace, biaya operasional, serta biaya lain yang muncul dalam transaksi.

    Apa yang dimaksud dengan optimasi marketplace?

    Optimasi marketplace adalah upaya memperbaiki elemen toko dan produk seperti judul, foto, deskripsi, harga, ulasan, iklan, dan konten agar produk lebih mudah ditemukan serta lebih berpeluang menghasilkan transaksi.

    Bagaimana cara optimasi marketplace untuk pemula?

    Mulai dari riset kata kunci, perbaiki judul dan foto produk, lengkapi deskripsi serta atribut, cek harga dan ulasan, lalu pantau CTR, konversi, dan traffic sebelum menambah anggaran iklan.

    Apa perbedaan optimasi Shopee dan TikTok Shop?

    Keduanya membutuhkan halaman produk yang jelas dan relevan. Shopee sering dimanfaatkan melalui pencarian produk, sedangkan TikTok Shop juga memberi peluang traffic dari video dan konten. Strategi sebaiknya disesuaikan dengan karakter audiens dan sumber traffic toko.

    Kapan seller sebaiknya menaikkan budget iklan?

    Pertimbangkan kenaikan anggaran ketika halaman produk sudah siap, data performa cukup untuk dievaluasi, dan margin memungkinkan biaya iklan tambahan. Naikkan secara bertahap dan pantau dampaknya terhadap pesanan serta profit.

    Apakah omzet tinggi berarti toko sudah untung?

    Belum tentu. Seller perlu menghitung harga pokok, biaya admin atau komisi marketplace, biaya promosi, packing, afiliasi, iklan, dan biaya lain yang relevan. Omzet perlu dibaca bersama margin dan profit.

    Butuh Bantuan Mengevaluasi Toko?

    Jika kamu belum yakin bagian mana yang paling menghambat pertumbuhan toko, mulai dari audit sederhana. Mulai dari cek kualitas halaman produk, metrik kunjungan dan konversi, performa iklan, serta margin.

    Optimasi marketplace adalah proses berlapis.

    Produk perlu mudah ditemukan melalui judul dan kata kunci yang relevan, menarik perhatian lewat foto, meyakinkan calon pembeli melalui informasi yang lengkap, lalu didukung iklan dan konten yang tepat.

    Jika kamu membutuhkan bantuan untuk mengaudit toko, menemukan celah performa, dan menyusun prioritas perbaikan, hubungi tim Growlab sekarang.


    Penulis (2)

    Tim Editorial Growlab
    Tim Editorial GrowlabPenulis utama

    Growlab membagikan wawasan dan praktik terbaik seputar e-commerce, optimasi marketplace, pengembangan bisnis, dan digital marketing untuk membantu bisnis berkembang dan meningkatkan penjualan online.

    Lihat semua artikel Tim Editorial Growlab
    Oraldo Emeraldi
    Oraldo EmeraldiReviewer
    Founder Growlab & Youngtrepreneur

    Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

    Lihat profil
    Rekomendasi Lainnya