
Highlights
ROAS GMV Max sering disalahpahami, yaitu makin tinggi makin bagus.
Padahal di lapangan, seller dengan ROAS 10 bisa pulang dengan profit lebih kecil dibanding seller yang ROAS-nya cuma 5.
Artikel ini membahas cara membaca ROAS GMV Max dengan benar, cara menghitung target ROI yang sesuai margin, dan strategi meningkatkan profit marketplace yang benar-benar bekerja, bukan sekadar mengejar angka iklan yang kelihatan impresif.
ROAS adalah singkatan dari Return on Ad Spend, yaitu berapa rupiah penjualan yang dihasilkan dari setiap satu rupiah yang dibelanjakan untuk iklan.
GMV Max adalah sistem iklan berbasis AI di Shopee dan TikTok Shop yang secara otomatis mengoptimalkan penayangan iklan untuk mendapatkan nilai transaksi tertinggi.
Dalam sistem ini, kamu tidak lagi atur bid manual per produk.
Kamu cukup set target ROAS, lalu mesin yang menentukan ke mana dan kapan iklan ditayangkan.
Cara kerja sederhananya seperti ini. Kamu bilang ke mesin, 'setiap Rp1 yang aku keluarkan, aku mau balik minimal Rp5.' Mesin lalu bekerja mengejar rata-rata ROAS itu sepanjang periode iklan.
Perbedaan istilah yang perlu dicatat yaitu di Shopee istilahnya ROAS, di TikTok Shop istilahnya ROI.
Konsepnya sama persis, hanya beda penamaan per platform.
Ini bagian yang paling sering salah dipahami seller, dan kesalahannya bisa mahal.
ROAS dan omset punya hubungan seperti jungkat-jungkit.
Saat kamu set target ROAS tinggi, mesin iklan menyempitkan jangkauan, hanya menyasar segmen yang paling mungkin konversi.
Hasilnya adalah ROAS bagus, tapi volume order sedikit.
Saat target ROAS rendah, mesin melebar jangkauannya. Order naik, tapi cost per order ikut naik.
Lalu di mana titik optimalnya?
Ilustrasi berikut bisa memperjelas (angka ini ilustrasi untuk memudahkan pemahaman, bukan data aktual toko tertentu).
ROAS lebih rendah di skenario B menghasilkan profit dua kali lipat, karena volumenya jauh lebih besar.
Kesimpulannya bukan ROAS tertinggi yang dikejar, melainkan ROAS yang membuat volume dan profit berjalan beriringan.
BEP ROAS adalah batas bawah ROAS yang membuat kamu tidak rugi dari iklan. Di bawah angka ini, setiap order yang masuk justru menggerus modal.
Rumusnya sederhana, yaitu BEP ROAS = 1 dibagi Net Margin.
Contoh cara menghitung profit toko online sebelum setting iklan:
Artinya, ROAS di bawah 5 berarti iklan sudah memakan habis keuntungan.
Kalau kamu belum tahu net margin setelah potong semua biaya seperti HPP, biaya admin marketplace, ongkir, dan biaya operasional, maka PR pertamamu bukan setting iklan, melainkan menghitung margin dulu.
Cara menghitung profit toko online yang benar harus memperhitungkan semua potongan.
Untuk marketplace, biaya admin bisa berkisar antara 5 sampai 10 persen per transaksi tergantung kategori dan platform (angka pasti sebaiknya dicek langsung di Seller Center masing-masing, karena sering berubah).
Setelah tahu BEP ROAS, target ROAS yang kamu set di GMV Max sebaiknya sedikit di atas angka itu, bukan jauh di atasnya, agar jangkauan iklan tetap sehat.
Banyak seller merasa iklan GMV Max tidak bekerja maksimal, padahal masalahnya bukan di sistemnya, melainkan di cara pengelolaannya.
Prinsip utama cara optimasi GMV Max yaitu beri ruang mesin belajar dan jangan sering diinterupsi.
Mesin AI butuh waktu untuk mengumpulkan data dan menemukan pola pembeli terbaikmu.
Setiap kali kamu mengubah target ROAS secara drastis, mesin harus memulai proses belajar dari awal.
Aturan yang perlu dipegang:
Cara baca grafik yang benar dimulai dari kiri ke kanan, yaitu impresi, lalu klik, lalu pesanan, lalu budget, baru terakhir ROAS.
Kalau impresi tinggi tapi klik rendah, masalahnya di visual produk.
Kalau klik tinggi tapi order rendah, masalahnya di halaman produk atau harga.
Ada kondisi tertentu di mana hubungan ROAS dan omset tidak linier seperti biasa.
ROAS GMV Max yang bagus adalah hasil dari strategi yang lebih luas, bukan sumber utamanya.
Strategi meningkatkan profit marketplace yang berkelanjutan dimulai dari tiga hal ini.
Satu hal yang langsung memengaruhi cara menghitung profit toko online di TikTok Shop adalah perubahan struktur komisi per 18 Mei 2026.
Batas maksimum komisi dinamis naik dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 per item, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia.
Dampaknya paling terasa untuk produk bernilai tinggi.
Sebagai contoh ilustrasi, produk seharga Rp2 juta dengan komisi 4 persen menghasilkan potongan Rp80.000.
Sebelum perubahan ini, angka itu sudah mendekati cap.
Sekarang batas cap jauh lebih tinggi, artinya potongan mengikuti persentase penuh tanpa batasan untuk mayoritas produk.
Implikasinya langsung ke target ROI GMV Max, yaitu kalau biaya komisi naik, BEP ROAS kamu ikut naik.
Kalau tidak dihitung ulang, target ROAS lama bisa membuat kamu beriklan di bawah titik balik modal tanpa disadari.
Perubahan biaya ini juga semakin menegaskan bahwa cara menghitung profit toko online harus diperbarui secara berkala, bukan pakai asumsi biaya dari tahun sebelumnya.
ROAS GMV Max bukan tujuan akhir, melainkan alat ukur.
Yang benar-benar menentukan apakah toko kamu untung atau tidak adalah seberapa tepat kamu memahami margin, biaya platform, dan dinamika volume iklan yang bergerak bersama.
Perubahan biaya seperti yang terjadi di TikTok Shop per Mei 2026 adalah pengingat bahwa angka-angka ini tidak statis, dan strategi meningkatkan profit marketplace yang baik harus terus disesuaikan.
Regulasi dan biaya platform dapat berubah sewaktu-waktu, jadi pastikan selalu mengacu pada informasi terbaru di Seller Center masing-masing platform.
GMV Max paling efektif untuk toko yang sudah punya fondasi solid, misalnya foto jelas, judul SEO-friendly, ulasan cukup, dan harga kompetitif.
Untuk toko baru dengan sedikit data historis, mesin butuh waktu lebih lama belajar.
Produk dengan margin sangat tipis juga berisiko rugi kalau target ROAS tidak dihitung dari BEP terlebih dahulu.
Secara umum, sistem iklan berbasis AI seperti GMV Max membutuhkan sekitar 7 sampai 14 hari untuk melewati fase belajar, tergantung volume traffic dan frekuensi transaksi.
Selama periode ini, hindari mengubah target ROAS secara signifikan agar proses pembelajaran tidak terganggu.
Baca grafik dari kiri ke kanan, yaitu impresi, klik, lalu order.
Kalau impresi tinggi tapi CTR rendah (di bawah 3 persen), masalah ada di visual produk atau relevansi iklan.
Kalau CTR bagus tapi CO rate rendah (di bawah 1 persen), masalah ada di halaman produk seperti foto detail, deskripsi, harga, atau ulasan.
Kalau kamu butuh bantuan yang lebih menyeluruh, mulai dari audit margin, evaluasi performa iklan, hingga optimasi toko marketplace secara end-to-end, tim Growlab siap membantu.
Growlab sudah mendampingi ratusan seller marketplace dalam membenahi fondasi toko dan strategi iklannya.
Hubungi tim Growlab sekarang untuk konsultasi.
Referensi
• Komisi TikTok Shop Naik, Potongan ke Penjual Bisa Naik 16 Kali Lipat, CNBC Indonesia — https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260518132932-37-735586/komisi-tiktok-shop-naik-potongan-ke-penjual-bisa-naik-16-kali-lipat
• Biaya Admin Tokopedia & TikTok Shop 2026: Potongan, Cap Komisi & Yang Berubah, Remarketing.id — https://remarketing.id/biaya-admin-tokopedia-tiktok-shop-2026
• Biaya Admin Shopee, Pusat Edukasi Penjual Shopee Indonesia — https://seller.shopee.co.id/edu/article/7187
Baca Juga

Growlab membagikan wawasan dan praktik terbaik seputar e-commerce, optimasi marketplace, pengembangan bisnis, dan digital marketing untuk membantu bisnis berkembang dan meningkatkan penjualan online.
Lihat semua artikel Tim Editorial Growlab
Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Lihat profil