
Highlights
Cara menghitung profit marketplace yang benar adalah hal yang sering dilewati seller.
Banyak yang melihat omzet bulanan besar, merasa sudah untung, lalu kaget saat saldo tidak bertambah.
Masalahnya bukan di penjualan, tapi di cara hitung yang keliru.
Marketplace tidak hanya memotong biaya admin; ada lapisan biaya lain yang diam-diam menggerus margin.
Artikel ini membahas komponen biaya yang wajib dihitung, cara hitung laba bersih, dan cara menemukan produk yang benar-benar menguntungkan.
Omzet adalah total uang masuk dari penjualan sebelum dipotong apa pun. Profit adalah sisa setelah semua biaya dibayar.
Di marketplace, jarak antara keduanya lebih jauh dari yang terlihat.
Ada biaya yang tidak langsung kelihatan, yaitu biaya admin marketplace, biaya proses pesanan, iklan, subsidi ongkir, hingga kerugian retur.
Seller yang hanya hitung harga jual dikurangi modal beli sedang menghitung omzet kotor, bukan margin keuntungan marketplace yang sesungguhnya.
Ini penyebab paling umum seller merasa sudah untung padahal sebenarnya impas atau merugi.
Biaya operasional toko online terdiri dari beberapa lapis. Berikut lima komponen yang paling sering terlewat.
HPP mencakup harga beli atau biaya produksi ditambah biaya pengemasan per unit.
Bubble wrap, kardus, selotip, dan label terlihat kecil, tapi menggerus margin nyata saat volume tinggi.
Setiap platform memotong persentase dari nilai transaksi, dan angkanya berbeda per kategori.
Di Shopee, biaya admin dihitung dari harga netto setelah diskon yang ditanggung penjual, bukan harga asli.
Di TikTok Shop dan Tokopedia, berlaku sistem komisi dinamis sejak 18 Mei 2026, dengan batas maksimum komisi per item naik menjadi Rp650.000.
Selain komisi, ada biaya proses pesanan. Shopee mengenakan Rp1.250 per transaksi selesai (perkiraan; cek terbaru di Seller Center).
Kecil per transaksi, tapi besar jika volume pesanan ratusan per bulan.
Untuk detail persentase per kategori dan platform, artikel tentang biaya admin marketplace 2026 dan dampaknya ke profit membahas rinciannya lebih lengkap.
Biaya iklan wajib dihitung sebagai biaya per produk, bukan biaya bulanan yang diabaikan.
Caranya adalah total belanja iklan dalam satu periode dibagi jumlah unit yang terjual dari iklan tersebut.
Hasilnya adalah biaya akuisisi per pesanan. Angka ini masuk ke perhitungan profit, bukan dianggap terpisah.
Voucher diskon dan ongkir yang ditanggung sebagian adalah biaya nyata yang sering tidak dianggap 'biaya'.
Jika kamu menanggung gratis ongkir Rp15.000 per pesanan dan mengirim 200 pesanan sebulan, itu Rp3.000.000 yang keluar dari kantong.
Retur adalah biaya ganda karena produk kembali ditambah biaya pengiriman retur.
Di TikTok Shop dan Tokopedia, biaya pengiriman retur bisa mencapai Rp10.000 per pesanan untuk kasus tertentu, berlaku sejak Juni 2026 (perkiraan; cek terbaru di Seller Center).
Seller di kategori fashion atau elektronik yang tingkat returnya tinggi perlu memasukkan estimasi angka ini ke proyeksi biaya per unit.
Gunakan urutan berikut untuk setiap produk yang kamu jual.
Pendapatan bersih adalah uang yang benar-benar masuk setelah semua potongan platform.
Dari pendapatan bersih, kurangi semua biaya yang kamu keluarkan untuk menghadirkan produk ke tangan pembeli.
Berikut contoh ilustrasi untuk produk kaos harga Rp120.000:
Kemudian kurangi biaya operasional:
Dari omzet Rp120.000, profit bersihnya sekitar Rp29.700. Margin nyata sangat berbeda dari angka yang terlihat di permukaan.
BEP atau Break Even Point adalah titik di mana kamu belum untung tapi juga belum rugi.
Menghitung BEP penting agar kamu tahu harga jual minimum yang aman.
Jumlahkan semua biaya per unit, yaitu HPP, packaging, estimasi iklan, estimasi biaya admin, dan subsidi ongkir. Total itu adalah harga minimum.
Jual di bawah angka itu berarti merugi.
Rumusnya adalah BEP ROAS = 1 dibagi net margin. Jika net margin 20%, maka BEP ROAS = 1 ÷ 0,2 = 5.
Artinya setiap Rp1 belanja iklan harus menghasilkan minimal Rp5 omzet agar impas.
ROAS di bawah angka itu berarti iklan sedang merugi, bahkan saat omzet terlihat naik.
Produk dengan omzet terbesar belum tentu paling menguntungkan. Yang perlu dibandingkan adalah margin keuntungan, bukan angka penjualan.
Hitung profit bersih per unit untuk setiap produk, lalu bandingkan.
Beberapa pola yang sering kami lihat dari toko yang kami tangani:
Membandingkan margin antar produk secara rutin, bukan hanya melihat omzet, adalah kebiasaan yang membedakan seller yang skalanya tumbuh dari yang jalan di tempat.
Untuk mempermudah proses ini, kamu bisa gunakan tools kalkulator profit yang dirancang khusus untuk seller marketplace agar hitungan konsisten dan tidak ada komponen yang terlewat.
Menghitung profit marketplace dengan benar bukan soal akuntansi yang rumit. Ini soal kebiasaan.
Seller yang rajin membongkar angka per produk, bukan hanya melihat omzet bulanan, paling cepat sadar mana yang perlu dioptimasi.
Mulai dari satu produk, hitung dengan teliti, lalu bandingkan. Dari sana, keputusan soal harga, iklan, dan stok akan jauh lebih tajam.
Omzet adalah total nilai penjualan sebelum dipotong biaya apa pun.
Profit adalah sisa setelah semua biaya dibayar, termasuk biaya admin marketplace, HPP, iklan, dan ongkir.
Omzet tinggi bisa beriringan dengan profit kecil jika biaya operasionalnya besar.
Tidak. Omzet tinggi hanya berarti banyak uang yang masuk sebelum biaya dipotong.
Jika margin per produk tipis dan biaya operasional besar, omzet tinggi justru bisa menyembunyikan kerugian yang berlangsung perlahan.
Jumlahkan semua biaya per unit yaitu HPP, packaging, estimasi biaya admin, estimasi iklan, dan subsidi ongkir. Total itu adalah BEP harga jual.
Untuk BEP iklan, bagi angka 1 dengan net margin dalam desimal. Contohnya, margin 25% berarti BEP ROAS = 1 ÷ 0,25 = 4.
Hitung profit bersih per unit untuk setiap produk, lalu bandingkan margin keuntungannya.
Produk dengan margin tertinggi, bukan omzet tertinggi, adalah yang paling menguntungkan dan layak diprioritaskan untuk iklan dan penambahan stok.
Kalau kamu butuh bantuan lebih menyeluruh, dari audit margin, benahi harga jual, hingga strategi iklan yang tidak membakar budget, tim Growlab siap membantu.
Kami spesialis optimasi toko marketplace dan sudah menangani ratusan toko dengan berbagai kondisi.
Hubungi tim Growlab di sini untuk konsultasi pertama.
Referensi
• Platform Commission Fee, Seller Center TikTok Shop & Tokopedia — https://seller-id.tokopedia.com/university/essay?knowledge_id=5411650459305729
• Komisi TikTok Shop Naik, Potongan ke Penjual Bisa Naik 16 Kali Lipat, CNBC Indonesia — https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260518132932-37-735586/komisi-tiktok-shop-naik-potongan-ke-penjual-bisa-naik-16-kali-lipat
• Biaya Admin Marketplace 2026, Everpro — https://everpro.id/blog/marketplace/biaya-admin-marketplace
• Diskon Biaya Layanan di Marketplace Mulai Akhir Agustus 2026, Antara Bali — https://bali.antaranews.com/berita/411912/diskon-biaya-layanan-di-marketplace-mulai-akhir-agustus-2026

Growlab membagikan wawasan dan praktik terbaik seputar e-commerce, optimasi marketplace, pengembangan bisnis, dan digital marketing untuk membantu bisnis berkembang dan meningkatkan penjualan online.
Lihat semua artikel Tim Editorial Growlab
Praktisi bisnis digital dengan pengalaman dalam pengembangan bisnis online dan optimasi marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop. Berpengalaman dalam menyusun strategi penjualan, mengoptimalkan performa toko, dan mengembangkan bisnis e-commerce untuk membantu seller meningkatkan penjualan serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Lihat profil